All posts by Devin Maeztri

Langkah awal WordCamp di kotamu

Hari Sabtu, 16 Februari 2019, saya terlibat dalam penyelenggaraan WordCamp Jakarta 2019 sebagai organizer.  Kegiatan ini bukan kegiatan rutin tahunan, akan tetapi sudah empat kali saya ikut meramaikan WordCamp di Indonesia sebagai organizer ataupun volunteer hanya dalam waktu tiga tahun.

Continue reading Langkah awal WordCamp di kotamu

Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Learning to generate knowledge is easy!

I decided to dig my files and read again some of the essays I wrote back when I was studying at the University of Melbourne. I pick a short draft from my first semester for a subject called Trans-disciplinary Thinking and Learning to be the first to share here. The draft was dated 24 July 2007 and was quite messy. However, it was quite interesting to see my thinking and my writing skills back in 2007. So, I decided to do quite a rewrite and give it a touch-up.

Continue reading Learning to generate knowledge is easy!

Suryaku terangi rumahku

Saya sekarang berprofesi sebagai ‘pengacara’ alias penangguran banyak acara. Sebelum beralih profesi, saya bekerja sebagai Pengkampanye Indonesia alias Indonesia Campaigner untuk 350.org. Salah satu kegiatannya adalah mengajak anak muda untuk lebih peduli akan dampak negatif energi fosil seperti minyak, batu bara dan gas, serta mendorong pemanfaatan energi bersih dan terbarukan.

Continue reading Suryaku terangi rumahku

Photo by Lacey Raper on Unsplash

An empathy walk in Makassar

This is a recycled post of my note about the empathy walk I took, back in 2015 when I visited my best friend, Reiko. She used to work as a JICA volunteer in Makassar that was once called Ujung Pandang, the capital city of South Sulawesi. Empathy walk is a stage of the U process, called Co-Sensing, in which ones learn how to open their minds and hearts to see others with new eyes.

Continue reading An empathy walk in Makassar

Photo by rawpixel on Unsplash

Belajar Finansial Yuk!

Siapa yang merasa kalau belajar keuangan sama artinya dengan mata duitan?

Jika kamu merasa seperti itu, jangan malu. Kamu tidak sendirian. Dulu saya juga berpikir seperti itu. Karena tidak ingin merasa dan tidak mau dianggap mata duitan, kalau diajak belajar tentang finansial, saya langsung menghindar.

Teman-teman yang masih muda, jangan seperti saya ya. Mendekati umur 40 tahun dan ketika sedang menganggur, malah baru sadar betapa pentingnya memiliki financial literacy.

Continue reading Belajar Finansial Yuk!

Mulai bergerak sekarang!

Siapa yang punya resolusi atau niat untuk berolah raga rutin tetapi susah untuk memulainya? Tenang, kamu tidak sendirian.

Olah raga membutuhkan komitmen sama halnya dengan hal lain dalam hidup. Kalau tidak ada komitmen, pasti kita akan menyepelekan. Tidak punya waktu bukan lagi alasan. Saya pernah bekerja dari rumah dengan asumsi bahwa waktu yang terbuang di jalan karena kemacetan Jakarta harusnya dapat dimanfaatkan untuk olah raga. Nyatanya, saya tetap tidak pernah olah raga. Padahal sejak kecil kita sering mendengar ungkapan mens sana in corpore sano – di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, dari seorang pujangga Romawi, Decimus Iunius Juvenalis.

Continue reading Mulai bergerak sekarang!

Devin Maeztri - Kenapa Saya Bekerja?

Bekerja untuk kehidupan

Kerja Kerja Kerja! Kata Jokowi, seakan-akan bangsa ini adalah bangsa pemalas. Tentu bukan begitu maksudnya. Jokowi hanya mengingatkan kembali bahwa kita harus bekerja keras mendapatkan yang kita inginkan. Bekerja keras membangun bangsa. Saya setuju Pak! Karena menurut saya, banyak orang yang mau hidup enak dengan cara cepat. Instant success!

Continue reading Bekerja untuk kehidupan